KISAH DAJJAL BERSAMA PEMUDA MUKMIN

Pada suatu saat akan muncul dajjal yang disertai dengan seorang pemuda, lalu ia
disambut oleh ajud-ajudan dajjal dimana mereka bertanya kepadanya : “hendak kemana kamu?”. Ia menjawab : “saya hendak menemui seseorang yang baru saja muncul”. Mereka bertanya kepada orang mukmin itu : “Apakah kamu tidak percaya kepada Tuhan kami”. Ia menjawab : “tidak ada keraguan sedikitpun tentang Tuhan kami”. Mereka berkata : “bunuhlah orang ini”. Salah seorang diantara mereka berkata : “bukankah Tuhanmu telah melarang untuk membunuh seseorang tanpa perintahnya?”. Mereka lantas membawa orang mukmin itu kehadapan dajjal.



Ketika orang mukmin itu melihat dajjal, maka ia berkata : “wahai sekalian manusia sekalian sesungguhnya inilah dajjal yang disebutkan oleh Rasulullah SAW”. Kemudian dajjal memerintahkan untuk menelentangkan orang mukmin itu, serta berkata : “siksalah orang ini, pecahkanlah kepalanya serta pukullah punggung dan perutnya”. Kemudian dajjal bertanya : “apakah kamu belum percaya kepadaku?”. Ia menjawab : “engkau adalah Al Masih pendusta besar”. Dajjal lantas memerintahkan orang mukmin itu agar dibelah dengan gergaji dari kepala sehingga terbelah dua searah dengan kedua kakinya, kemudian dajjal berjalan melalaui kedua bagian itu, serta berkata kepadanya : “ bangkit dan berdirilah tegak”. Lalu dajjal bertanya kepadanya : “apakah kamu belum percaya kepadaku?”. Lalu orang mukmin itu menjawab : “malah pengetahuanku tentang engkau bertambah jelas”.

Kemudian orang mukmin itu berkata : “wahai sekalian manusia sesungguhnya dajjal tidak akan berbuat seperti ini lagi kepada siapapun setelah memperlakukan sedemikian rupa kepadaku”. Dajjal lantas memegang orang mukmin itu untuk disembelih tetapi tiba-tiba ALLAH menjadikan anggota badan diantara leher dan tulang belakang itu seperti baja sehingga dajjal tidak mampu untuk menyembelihnya. Kemudian dajjal memegang kedua tangan dan kakinya lantas melempar orang mukmin ke suatu tempat dimana orang-orang menyangka bahwa tempat itu adalah neraka tetapi sebenarnya ia di lempar kedalam surga.

Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai orang ini : “inilah manusia yang paling besar persaksiannya (mati syahid paling tinggi tingkatannya) menurut Tuhan seru sekaliuan alam”.

Referensi dari Hadist Riwayat muslim diceritakan oleh Abu Sa’id Al Khudri

This entry was posted on and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply